Koalisi Saudi: 3 Rudal ke Timur dan 4 Drone ke Selatan Dicegat, Peringatan Dicabut
Redaksi • 28 Oktober 2026 • 1 Views

RIYADH
Koalisi pimpinan Saudi mengumumkan pada Selasa pagi, 27 Oktober 2026, bahwa pihaknya mencegat dan menghancurkan tiga rudal balistik yang diarahkan ke Eastern Region dan empat drone yang diarahkan ke Southern Region.
Pertahanan Sipil Saudi sempat mengeluarkan peringatan dini ancaman di Eastern Region dan Kegubernuran Kharj, lalu menyatakan bahaya sudah berlalu di kedua wilayah itu pada hari yang sama.
Pengumuman itu, yang dikutip Reuters dari pernyataan koalisi dan diterbitkan pukul 02.17 UTC atau 10.17 WITA pada 27 Oktober, menjadi laporan pencegatan pertama yang terdokumentasi setelah gelombang 26 Oktober.
Tiga utas dalam satu hari
Selasa 27 Oktober membawa tiga utas laporan yang perlu dibaca terpisah. Utas pertama adalah pencegatan pagi dan peringatan yang dicabut. Utas kedua adalah klaim Houthi soal kilang Ras Tanura pada dini hari. Utas ketiga adalah peringatan sore di Riyadh dan klaim soal Kementerian Pertahanan.
Ketiga utas itu berbeda status kebenarannya. Pencegatan pagi diumumkan koalisi dan dikutip kawat berita. Dua utas lainnya bersandar pada klaim satu pihak atau sumber tak bernama, dan belum dikonfirmasi otoritas Saudi.
Klaim soal kilang Ras Tanura
Pada dini hari Selasa, juru bicara militer Houthi Yahya Saree mengklaim pasukannya menghantam kilang Ras Tanura, kilang terbesar Arab Saudi, dengan rudal balistik dan menimbulkan kebakaran di kompleks itu.
Otoritas Saudi tidak segera mengonfirmasi klaim itu, menurut Reuters. Yang tersedia adalah laporan Bloomberg, yang mengutip seseorang yang mengetahui masalah itu, bahwa Arab Saudi mengendalikan kebakaran di dekat terminal Ras Tanura pada dini hari.
Tiga hal itu wajib dibaca berdampingan dan tidak boleh diringkas menjadi kalimat bahwa Ras Tanura dihantam. Klaim Houthi, kebakaran yang dikendalikan menurut sumber tak bernama, dan tidak adanya konfirmasi Saudi adalah tiga status yang berbeda.
Ras Tanura berada di Eastern Region, kawasan Teluk tempat fasilitas minyak utama Arab Saudi terkonsentrasi. Bila klaim itu terbukti, ia memperluas peta serangan dari Riyadh, Jeddah, dan selatan ke kawasan timur. Namun pembuktian itu belum ada.
Peringatan sore di Riyadh dan klaim Kementerian Pertahanan
Pada Selasa sore, Pertahanan Sipil sempat mengeluarkan peringatan serangan udara di Riyadh. Koalisi kemudian menyatakan mencegat dan menghancurkan dua rudal balistik yang diarahkan ke Riyadh, menurut Reuters.
Pada hari yang sama, Saree mengklaim sebuah rudal balistik menargetkan Kementerian Pertahanan di Riyadh dan menghantam sasarannya secara langsung, menurut AFP yang dikutip Pakistan Point dan Inshorts.
Tidak ada konfirmasi Saudi soal kerusakan pada gedung Kementerian Pertahanan. AFP hanya mencatat bahwa perwakilannya di Riyadh mendengar ledakan pada awal hari, dan mendengar ledakan bukan bukti gedung itu terkena rudal.
Angka yang tidak boleh dijumlah
Tiga agregasi angka pencegatan beredar untuk Selasa 27 Oktober dan ketiganya berbeda cakupan. Reuters Kairo melaporkan tiga rudal ke Eastern Region ditambah empat drone ke selatan untuk gelombang pagi. Reuters Dubai melaporkan dua rudal ke arah Riyadh untuk Selasa sore.
Blog live The Levant Files melaporkan koalisi mencegat empat drone dan lima rudal balistik selama serangan Selasa. Angka itu adalah agregasi harian dari sebuah agregator, bukan pernyataan koalisi, dan tidak boleh dijumlah dengan dua angka Reuters menjadi total hari itu.
Cakupan peringatan Pertahanan Sipil juga berbeda menurut sumbernya. Reuters Kairo menyebut Eastern Region dan Kharj. The Levant Files, yang mengutip Al Jazeera Arabic, menyebut enam lokasi, termasuk Riyadh, Al-Kharj, Al-Hariq, Najran, Khamis Mushait, dan Abha.
Kemungkinan kedua daftar itu benar pada waktu yang berbeda, karena peringatan sore di Riyadh terpisah dari peringatan pagi. Namun sumber yang diakses tidak menjelaskan hubungannya, sehingga artikel ini menulis keduanya dengan sumber masing-masing.
Soal kerusakan di Riyadh, laporan agregator menyebut serpihan jatuh menyebabkan kerusakan material. Namun tidak ada pernyataan resmi koalisi atau Pertahanan Sipil dalam riset ini yang merinci kerusakan itu, dan serpihan jatuh bukan bukti serangan berhasil.
Soal korban di pihak Saudi pada 27 Oktober, satu ringkasan sekunder yang mengutip laporan Al Jazeera menyebut otoritas melaporkan tidak ada korban dari pencegatan terbaru. Media lain menyebut otoritas tidak segera melaporkan rincian korban atau kerusakan.
Kedua pernyataan itu tidak bertentangan secara keras, tetapi kalimat tidak ada korban hanya bersandar pada satu kutipan sekunder. Artikel ini menuliskannya dengan atribusi itu, bukan sebagai fakta telanjang.
Balasan koalisi: hanya klaim satu sisi
Untuk 27 Oktober, riset ini tidak menemukan pernyataan resmi koalisi tentang operasi balasan di Yaman. Yang ditemukan hanya klaim satu sisi dari Houthi, dan artikel ini menulis semuanya sebagai klaim.
Saree mengklaim koalisi melakukan 81 serangan udara dan rudal dalam 24 jam di Sanaa, Taiz, Lahj, Saada, dan Hajjah, dengan total kumulatif 3.379 serangan sejak eskalasi terbaru dimulai. Angka itu tidak terverifikasi secara independen, termasuk tanggal mulai hitungan eskalasi terbaru itu.
Media yang berpihak pada Houthi melaporkan serangan koalisi di Sanaa, Hajjah, Pulau Mayon, dan Taiz. Kementerian Kesehatan di Sanaa, lewat media itu, menyebut satu warga sipil tewas dan satu luka berat di Mocha, Taiz. Semua itu satu sisi dan tidak terverifikasi independen.
Daftar gubernuran Yaman yang diserang menurut klaim Saree pun berbeda antar versi. Satu versi menyebut Sanaa, Taiz, Lahij, dan Hajjah. Versi lain menambah Saada. Keduanya adalah klaim Houthi, bukan hitungan terverifikasi.
Bandara masih dibuka sebagian
Bandara Internasional King Khalid di Riyadh masih dibuka sebagian sejak 25 Oktober. Terminal 1 melayani penerbangan domestik, sementara Terminal 2 melayani penerbangan internasional maskapai nasional. Tidak ada pengumuman penutupan baru pada 27 Oktober yang ditemukan dalam riset ini.
Laporan penerbangan 27 Oktober menyebut Riyadh Air tetap mengalihkan enam rutenya lewat Bandara Al Qassim sejak 25 Oktober, diperkirakan berlanjut sampai 8 November, tanpa jaminan operasi normal kembali pada tanggal itu. Biman Bangladesh memperpanjang penangguhan Dhaka-Riyadh dan Dhaka-Dammam sampai 4 November.
Latar: gelombang 26 Oktober
Sehari sebelumnya, pada 26 Oktober, koalisi menyatakan mencegat satu rudal ke arah Riyadh dan menghancurkan dua peluncur di Sanaa, salah satunya dinyatakan sebagai peluncur rudal Riyadh itu. Operasi koalisi yang lebih luas pada hari yang sama meliputi lima terowongan, empat peluncur, dan satu depo.
Hubungan kedua pernyataan 26 Oktober itu tidak dijelaskan sumbernya, dan keduanya tidak boleh dijumlah menjadi satu total peluncur. Operasi itu adalah latar 26 Oktober, bukan balasan 27 Oktober, dan artikel ini menuliskannya dengan tanggal itu agar tidak tercampur.
Cerita ini masih berkembang. Konfirmasi Saudi atau Aramco soal Ras Tanura, pernyataan soal Kementerian Pertahanan, dan status bandara terbaru belum ada saat artikel ini ditulis, dan gelombang lanjutan pada 28 Oktober belum ditemukan laporannya.
Read More
Related Posts
Timur TengahTimur Tengah • 29 Oktober 2026
Ras Tanura Masih Tanpa Konfirmasi, Pencegatan Meluas ke Taif lalu Kembali ke Timur
Timur TengahTimur Tengah • 29 Oktober 2026
PM Irak Kunjungi Damaskus Pertama Kali Sejak Jatuhnya Assad, Pipa Baniyas Jadi Agenda Utama
Komentar
Memuat komentar…





















