Toko Roti Gaza Kembali Beroperasi 25 Oktober, tetapi Pasokan Tepung Hanya Cukup Sehari
Redaksi • 28 Oktober 2026 • 0 Views

GAZA,
Sebagian toko roti Gaza kembali beroperasi pada 25 Oktober 2026 setelah donasi tepung terbatas dari mitra kemanusiaan pada 24 dan 25 Oktober, menurut laporan Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) tertanggal 22 Oktober.
OCHA mencatat 16 dari 17 toko roti komersial model fuel-only yang didukung Program Pangan Dunia (WFP) kembali beroperasi per 25 Oktober, dengan satu toko masih tutup sementara karena masalah teknis.
Pemulihan itu bersifat sementara. OCHA menyebut donasi tepung tersebut dalam jumlah terbatas dan sebagai langkah sementara, sementara ketua Asosiasi Pembuat Roti Gaza Abdel Nasser al-Ajrami menyebut pasokan harian hanya cukup untuk satu hari operasi toko roti, menurut RIA Novosti yang dikutip media sekunder.
Pada hari yang sama, 25 Oktober, potret yang bertentangan muncul dari media kawasan. Madhyamam dan ABNA melaporkan 10 dari 17 toko roti operasional tutup karena kekurangan tepung komersial, dengan antrean panjang di toko roti yang masih beroperasi.
Kedua potret itu belum terrekonsiliasi, dan sumber-sumber yang ada tidak menjelaskan apakah perbedaan itu berasal dari waktu pencatatan dalam hari yang sama, definisi toko roti, atau wilayah yang berbeda.
Sepekan sebelumnya, OCHA mencatat 14 dari 17 toko roti model fuel-only itu tutup sementara pada 23 Oktober karena kekurangan tepung, setelah tidak ada kiriman tepung komersial sejak 14 Oktober.
Serikat pemilik toko roti Gaza memperingatkan pada 22 Oktober bahwa tujuh toko roti bisa tutup dalam 48 jam karena tepung menipis.
Media kawasan melaporkan antrean berjam-jam di toko roti yang masih beroperasi, dan harga sekantong tepung 25 kilogram naik dari sekitar 8 dolar AS menjadi sekitar 65 dolar AS pada 25 Oktober, menurut Arabi21 lewat Madhyamam.
Angka-angka itu hanya mencakup toko roti komersial model fuel-only. OCHA mencatat 21 toko roti bersubsidi PBB terus memproduksi sekitar 80.000 bundel roti dua kilogram per hari tanpa gangguan selama periode yang sama.
Semesta lain yang dilaporkan adalah 20 toko roti awal menurut serikat pemilik toko roti lewat kantor berita Palestina WAFA sekitar 22 Oktober, yang menyebut hanya tujuh dari 20 toko itu masih berfungsi.
Angka tujuh yang tersisa itu konsisten, tetapi totalnya berbeda, kemungkinan karena perbedaan antara toko operasional saat ini dan toko awal.
Laporan OCHA September mencatat semesta yang berbeda, yaitu 22 toko roti bersubsidi dan 18 toko roti model fuel-only, sehingga angka-angka September tidak boleh dicampur dengan angka Oktober.
Bantuan dari Mesir turut mengalir pada 25 dan 26 Oktober. Bulan Sabit Merah Mesir (ERC) menyebut lebih dari 280 truk berisi tepung dan bahan pangan dikirim sampai 26 Oktober, menurut media sekunder yang merangkum Premium Times.
Konvoi awal pekan itu membawa lebih dari 3.676 ton pasokan, termasuk tepung, keranjang pangan, obat-obatan, dan bahan bakar untuk rumah sakit dan toko roti, menurut laporan yang sama.
Apakah truk-truk itu sudah sampai ke toko roti belum terverifikasi, karena ERC baru menyatakan pasokan diserahkan kepada Komite Bantuan Mesir di Gaza untuk didistribusikan.
Kantor berita Rusia RIA Novosti, lewat media sekunder, melaporkan 1.000 ton tepung terigu tiba pada Minggu 25 Oktober dan 1.000 ton berikutnya dijadwalkan menyusul.
Al-Ajrami juga menyebut, lewat RIA Novosti, bahwa seluruh pasokan tepung dialokasikan ke toko roti yang didukung WFP dan tidak dijual di pasar, serta penggilingan tepung harus dihidupkan kembali agar toko roti yang tutup bisa dibuka.
Sebab penghentian pengiriman komersial masih diperselisihkan. Otoritas Israel mengaitkannya dengan sengketa pajak antara pedagang Palestina dan Hamas, sementara laporan yang dikutip OCHA menyebut biaya tinggi yang disebut dikenakan otoritas de facto, dengan narasi bertentangan apakah biaya itu sukarela atau dipaksakan.
Hamas dan importir Palestina menolak penjelasan sengketa pajak itu, menurut Madhyamam dan laporan kawasan lain.
Perkembangan ini merupakan lanjutan dari artikel GEMAPRO 26 Oktober tentang pemangkasan WFP. Pada 19 Oktober, WFP mengumumkan pemangkasan karena kekurangan dana: penerima di Gaza dari 1,6 juta menjadi 1,1 juta, dan sekitar 500.000 orang kehilangan bantuan bulanan.
Ransum dipotong setengah, makanan panas dari 250.000 menjadi 150.000 per hari, dan nilai bantuan tunai untuk 75.000 keluarga dikurangi, menurut siaran pers WFP 19 Oktober.
WFP menyatakan masih bisa mendukung toko roti yang mencakup sepertiga kebutuhan roti Gaza, dan membutuhkan 450 juta dolar AS untuk operasi Gaza dan Tepi Barat selama Oktober 2026 sampai Maret 2027.
Di luar angka WFP, OCHA mencatat mitra Sektor Ketahanan Pangan hanya mampu menjangkau kurang dari satu juta dari perkiraan 2,1 juta penduduk Gaza dengan bantuan pangan bulanan mulai Oktober 2026.
Klasifikasi Ketahanan Pangan Terpadu (IPC) tidak lagi mengklasifikasikan Gaza sebagai kelaparan, tetapi sekitar 1,4 juta orang, atau 67 persen, berada pada fase 3 atau lebih buruk, termasuk sekitar 200.000 orang pada fase darurat 4, menurut WFP dan kantor berita dpa.
Posisi yang bertentangan datang dari COGAT, otoritas Israel untuk urusan Palestina, yang lewat dpa pada 19 dan 20 Oktober menyatakan jumlah kiriman bantuan ke Gaza cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan penduduk dan menyatakan tidak ada kerawanan pangan akut di Gaza.
Penolakan COGAT terhadap laporan IPC Desember 2025, yang menyebut laporan itu terdistorsi, bias, dan tidak berdasar, adalah pernyataan lama dari Desember 2025, bukan tanggapan baru pada Oktober 2026.
Sampai riset 28 Oktober, tidak ditemukan pernyataan WFP yang baru pada 25 sampai 28 Oktober, sitrep OCHA yang lebih baru dari 22 Oktober, atau pembaruan IPC yang baru.
Tidak ditemukan pula pernyataan COGAT yang baru pada 25 sampai 28 Oktober atau komitmen donor baru atas kebutuhan 450 juta dolar AS itu.
Harga tepung terkini setelah 25 Oktober juga belum terverifikasi, karena satu-satunya sinyal penurunan harga pada 27 Oktober berasal dari satu pos analis dan tidak dipakai sebagai bukti.
Apakah pengiriman komersial sudah dimulai lagi juga belum terrekonsiliasi. Madhyamam 25 Oktober menyebut ada pengumuman bahwa pengiriman komersial akan dimulai lagi, tetapi sumber Palestina menyebut pembatasan masuknya pasokan pangan tetap berlanjut.
WFP sendiri menggambarkan capaian yang diraih sebagai rapuh dan mudah berbalik, dan pemangkasan itu datang menjelang musim dingin keempat, menurut pernyataan pejabat WFP kepada Reuters di Gaza.
Status toko roti setelah 25 Oktober, pernyataan WFP terbaru, dan nasib pengiriman komersial menjadi hal yang masih menggantung dan menentukan apakah pemulihan ini bertahan.
gaza,wfp,bantuan-kemanusiaan
Read More
- Komisi Penyelidik Independen PBB Menilai Israel Terus Melakukan Tindakan Genosida di Gaza Setelah Gencatan Senjata, Israel Menolak Temuan Itu
- WFP Pangkas Bantuan Pangan Gaza Sekitar Sepertiga karena Kekurangan Dana, 500.000 Orang Kehilangan Bantuan Bulanan
- Ras Tanura Masih Tanpa Konfirmasi, Pencegatan Meluas ke Taif lalu Kembali ke Timur
Related Posts
Timur TengahTimur Tengah • 29 Oktober 2026
Ras Tanura Masih Tanpa Konfirmasi, Pencegatan Meluas ke Taif lalu Kembali ke Timur
Komentar
Memuat komentar…






















