Koalisi Saudi: 3 Rudal dan 1 Drone Dicegat, Houthi Klaim Serang 8 Target Termasuk Fasilitas Aramco
Redaksi • 25 Oktober 2026 • 1 Views

RIYADH, Koalisi yang dipimpin Arab Saudi mengumumkan pada Sabtu, 24 Oktober 2026, bahwa pertahanan udara mencegat tiga rudal balistik dan satu drone Houthi, sementara Houthi mengklaim menyerang delapan target di wilayah Saudi, termasuk fasilitas energi.
Sampai Minggu pagi, 25 Oktober 2026, tidak ada konfirmasi dari otoritas Saudi maupun verifikasi independen bahwa satu pun target yang diklaim Houthi itu benar-benar kena.
Rangkaian pengumuman koalisi itu datang dalam dua gelombang pada hari yang sama.
Pada pagi hari, menurut pengumuman koalisi lewat kantor berita Saudi SPA yang dikutip pelansir pada pukul 08.58 waktu Saudi, pertahanan udara mencegat satu rudal balistik ke arah Riyadh dan menghancurkan satu drone di Provinsi Timur.
Pembaruan koalisi yang dikutip pelansir itu menyebut tidak ada korban dari pencegatan pada Sabtu itu.
Sekitar tengah hari, juru bicara koalisi Mayjen Turki Al Malki menyatakan dua rudal balistik yang diluncurkan ke arah kota Taif dan Yanbu berhasil dicegat dan dihancurkan, menurut kantor berita Qatar QNA pada pukul 11.30 UTC.
Pertahanan Sipil Saudi sempat mengeluarkan peringatan yang meminta warga waspada atas potensi bahaya di Taif, Yanbu, Mekkah, dan Jeddah, lalu menyatakan ancaman telah berlalu sekitar 10 menit kemudian, menurut sindikasi laporan AFP.
Pada sore hari, Pertahanan Sipil Saudi mengonfirmasi puing dari rudal yang dicegat jatuh di empat lokasi, yaitu Wadi al-Mughammas di Mekkah, lingkungan Al-Nuzha di Jeddah, Wadi Jalil di Taif, dan Masturah di Kegubernuran Rabigh, menurut QNA pada pukul 19.30 UTC.
Otoritas menjalankan prosedur penanganan yang berlaku untuk kejadian semacam itu, dan laporan itu tidak menyebut korban dari jatuhnya puing tersebut.
Puing itu adalah sisa dari rudal yang dicegat, bukan bukti bahwa sebuah target berhasil diserang. Kantor berita Reuters secara eksplisit menulis bahwa tidak jelas apakah puing di Rabigh berkaitan dengan klaim Houthi soal kilang Rabigh.
Karena itu, jatuhnya puing di Rabigh tidak boleh dibaca sebagai bukti kilang itu kena.
Klaim Houthi: delapan target
Di sisi lain, juru bicara militer Houthi Yahya Saree menyatakan kelompoknya menyerang delapan target di Saudi, menurut Reuters dan kantor berita India ANI.
Daftar target yang diklaim Saree itu, satu per satu, adalah Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, fasilitas perusahaan Aramco di Yanbu, kilang minyak Rabigh, stasiun pompa minyak mentah dan pipa East-West, Bandara Internasional King Fahd di Dammam, bandara di Najran, dan pangkalan udara di Khamis Mushait.
Sebagian ringkasan menulis "tujuh serangan" dan sebagian menulis "delapan target" untuk daftar yang sama, karena stasiun pompa dan pipa East-West dihitung sebagai satu serangan oleh sebagian pelansir dan sebagai dua target oleh pelansir lain.
Perbedaan itu hanya soal cara menghitung, dan artikel ini menyebut daftar targetnya satu per satu agar tidak menggantungkan cerita pada angka total.
Saree juga memperbarui peringatan ke maskapai, pekerja, dan pelancong agar tidak memakai Bandara King Khalid di Riyadh, yang disebutnya target militer, menurut ANI.
Sampai pindai Minggu pagi, otoritas Saudi tidak mengomentari langsung pernyataan Houthi itu, dan Reuters menulis bahwa tidak segera jelas apakah serangan yang dilaporkan itu mengenai targetnya atau berhasil dicegat. Dengan kata lain, klaim delapan target itu tetap klaim, bukan fakta yang terkonfirmasi.
Pertentangan soal Mekkah dan Madinah
Bagian paling sensitif dari peristiwa Sabtu itu adalah pertentangan soal Mekkah dan Madinah, dan kedua sisi pertentangan itu wajib tampil. Pertahanan Sipil Saudi menyebut rudal-rudal itu mengarah ke wilayah Mekkah dan Madinah, dan peringatannya mencakup Mekkah dan Jeddah.
Houthi membantah menyerang dua kota suci itu dan berkata operasinya menyasar fasilitas minyak dan pangkalan militer Saudi, menurut Reuters. Sementara itu, koalisi menamai Taif dan Yanbu sebagai arah rudal yang dicegat pada tengah hari.
Ketiga penamaan itu tidak sama persis, dan artikel ini tidak menyatukannya menjadi satu klaim. Sebagai latar, Houthi pada awal Oktober 2026 sudah memperingatkan maskapai agar tidak memakai wilayah udara Saudi, dengan pengecualian hanya wilayah udara di atas Mekkah dan Madinah, menurut AFP.
Latar itu relevan karena menjadi latar bantahan Houthi pada Sabtu kemarin.
Front lain: Aden dan Sanaa
Di luar serangan ke wilayah Saudi, pemerintah Yaman yang didukung Saudi menyatakan Houthi menembakkan tiga rudal balistik ke pos penjaga pantai di kota pelabuhan Aden, Yaman selatan, menurut Reuters.
Serangan ke Aden itu adalah front terpisah di Yaman, bukan bagian dari hitungan serangan ke wilayah Saudi.
Koalisi juga melakukan serangan udara di provinsi Saada dan Taiz, menurut laporan Shafaq News yang dikutip agregator.
Serangan balasan ke Sanaa dilaporkan media yang berafiliasi dengan Houthi, yang dikutip kantor berita Korea Yonhap, mengenai kawasan permukiman di distrik Asr, Sanaa barat, dan menewaskan sedikitnya empat orang serta melukai banyak lainnya.
Angka lain datang dari kementerian kesehatan Sanaa, yang menurut ringkasan sekunder Defense and Tech mengklaim serangan Saudi menewaskan 11 orang di sebuah rumah dan perumahan pekerja pabrik semen.
Apakah kedua laporan itu merujuk pada serangan yang sama atau serangan yang berbeda tidak jelas dari sumber-sumber yang dibaca, dan keduanya belum terverifikasi secara independen. Karena itu artikel ini menulis kedua angka itu dengan atribusinya masing-masing dan tidak menggabungkannya menjadi satu angka.
Yang masih belum diketahui
Sejumlah hal masih belum diketahui sampai Minggu pagi.
Tidak ada pernyataan resmi Aramco soal kerusakan atau operasi fasilitas Yanbu dan Rabigh, tidak ada pernyataan resmi otoritas penerbangan sipil Saudi GACA soal status bandara Riyadh, Dammam, dan Jeddah pada 24 Oktober, dan tidak ada angka korban Yaman yang terverifikasi pihak ketiga.
Status penerbangan dan jamaah hanya boleh ditulis dari pernyataan resmi GACA, maskapai, Kemlu RI, atau Kemenhaj RI, bukan disimpulkan dari perang klaim ini.
Sebagai latar sepekan, dua hari sebelum peristiwa Sabtu itu, Houthi mengklaim menyerang Kementerian Pertahanan di Riyadh, fasilitas Aramco di Yanbu, dan Bandara Internasional King Fahd di Dammam pada 22 Oktober 2026.
Otoritas Saudi mengumumkan dua orang tewas dalam serangan Bandara Dammam, tetapi tidak mengonfirmasi serangan yang diklaim ke Riyadh dan Yanbu, menurut AFP dan Yonhap.
Konflik Saudi-Houthi sendiri sudah pecah dari gencatan senjata yang ditengahi PBB pada 2022 dan menguat lagi sejak Juli 2026 di tengah ketegangan kawasan yang lebih luas, menurut AFP.
Artikel ini menggambarkan keadaan per Minggu pagi, 25 Oktober 2026, dan situasi masih berkembang.
Read More
Related Posts
SorotanSorotan • 25 Oktober 2026
Trump: Serangan ke Iran "Bisa Besok" atau Kesepakatan Besar, Garis Resmi: Tidak Sebelum Pemilu Sela
SorotanSorotan • 25 Oktober 2026
Brent Tembus 116,72 Dolar, Tertinggi Sejak April, di Tengah Serangan ke Infrastruktur Saudi
Timur TengahTimur Tengah • 29 Oktober 2026
Ras Tanura Masih Tanpa Konfirmasi, Pencegatan Meluas ke Taif lalu Kembali ke Timur
Komentar
Memuat komentar…






















