Trump: Serangan ke Iran "Bisa Besok" atau Kesepakatan Besar, Garis Resmi: Tidak Sebelum Pemilu Sela
Redaksi • 25 Oktober 2026 • 0 Views

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Sabtu, 24 Oktober 2026, di Florida, membuka dua kemungkinan sekaligus soal Iran: serangan Amerika Serikat ke Iran yang "bisa besok", atau kesepakatan besar dengan Teheran.
Pernyataan itu disampaikan seusai Trump mencoblos awal pada pemilu sela di Florida, sebelum menuju Georgia untuk kampanye.
Sampai Minggu pagi, 25 Oktober 2026, tidak ada perintah serangan yang diumumkan dan tidak ada kesepakatan yang diumumkan, dan garis resmi Gedung Putih yang menyatakan Amerika Serikat tidak akan menyerang Iran sebelum pemilu sela 3 November belum dicabut secara resmi.
Perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran dimulai 28 Februari 2026, menurut Reuters.
Laporan New York Times pada 21 sampai 22 Oktober, yang dikutip ABC, menyebut militer Amerika Serikat dan Israel menyusun rencana serangan bersama baru yang hampir pasti terjadi setelah pemilu sela Amerika Serikat pada 3 November, dengan kategori sasaran energi, nuklir, dan rudal atau drone, dan Trump disebut belum mengesahkan kampanye baru.
Di tengah latar itu, pernyataan Trump pada Sabtu menjadi kabar baru yang langsung bertentangan secara waktu dengan garis resmi tersebut, karena kata "besok" yang diucapkan pada Sabtu merujuk ke hari Minggu, 25 Oktober.
Saat ditanya wartawan apakah Amerika Serikat akan menyerang Iran, Trump menjawab, "Apakah Anda benar-benar berpikir saya akan memberi tahu Anda hal itu? Mungkin besok. Ada kemungkinan saya akan melakukannya. Ada juga kemungkinan kita akan mencapai kesepakatan besar yang indah. Mereka ingin membuat kesepakatan, tetapi masalahnya, apakah mereka akan memegang kesepakatan itu?" Trump menambahkan bahwa ia mungkin harus menuntaskannya, atau mungkin Iran akan membuat kesepakatan, tetapi ia tidak yakin, dan dengan kedua cara itu Amerika Serikat menang, menurut ANI dan Anadolu yang dikutip pelansir.
Trump juga menyatakan tujuannya, yaitu menghentikan Iran mengembangkan senjata nuklir untuk selamanya. "Saya harus membuatnya permanen," katanya, menurut Anadolu yang dikutip pelansir. Ia berkata Iran bisa menghindari aksi militer lanjutan dengan mencapai kesepakatan, sambil meragukan apakah Teheran akan memegang kesepakatan itu.
Garis resmi yang belum berubah
Perbedaan bentuk antara pernyataan Sabtu dan garis resmi wajib dijaga. Pernyataan Trump pada Sabtu adalah pernyataan lisan kepada wartawan, bukan pengumuman pencabutan garis resmi.
Garis resmi Gedung Putih itu disampaikan Trump sendiri pada awal Oktober lewat media sosial, dan ditegaskan kembali Juru Bicara Gedung Putih Anna Kelly kepada ABC pada 22 Oktober: "Amerika Serikat tidak akan menyerang Iran kapan pun sebelum pemilu sela."
Sampai pindai Minggu pagi, 25 Oktober, tidak ditemukan pernyataan resmi Gedung Putih yang mencabut garis itu.
Konflik waktu ini juga muncul dari sumber lain. Wall Street Journal, lewat pelansir, melaporkan Trump telah diberi pengarahan soal opsi Pentagon, dari serangan ke fasilitas nuklir dan infrastruktur sampai operasi yang menargetkan pulau-pulau yang dikuasai Iran, tanpa keputusan final yang diumumkan.
Laporan itu berasal dari satu rantai, Wall Street Journal lewat pelansir, dan naskah asli Wall Street Journal tidak diakses langsung dalam riset, sehingga artikel ini hanya menyebut kategori umumnya dengan atribusi tersebut.
Sementara itu, Duta Besar Amerika Serikat untuk Turki Tom Barrack berkata dalam sebuah podcast bahwa serangan pada akhir pekan itu sangat mungkin terjadi, tetapi Barrack tidak memegang peran langsung atas urusan Iran, dan Trump sendiri mengaku tidak tahu soal pernyataan itu, menurut Paket Bahan 01.
Sisi Iran: siaga tertinggi, tuduhan soal perundingan, dan tawaran yang dibantah
Dari sisi Iran, militer Iran diperintahkan mempertahankan kesiapan tempur tertinggi di tengah kemungkinan serangan baru Amerika Serikat. Perintah itu dikeluarkan Panglima Angkatan Darat Iran Brigjen Ali Jahanshahi, menurut Anadolu dan Middle East Monitor pada Sabtu, 24 Oktober.
Jahanshahi memperingatkan pasukannya bahwa dalam kondisi perang, kelalaian atau kecerobohan apa pun bisa berakibat serius, katanya menurut Tasnim pada Jumat, 23 Oktober.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian, dalam komentar yang ditayangkan televisi pemerintah pada 24 Oktober, menuduh Washington merusak perundingan untuk mengakhiri perang, menurut AP.
Pezeshkian berkata pemimpin tertinggi memerintahkan pejabat Iran untuk pergi dan menyelesaikan kesepakatan itu, tetapi pihak yang disebutnya "para bajingan itu" melanggar aturan permainan, karena perundingan sedang berjalan lalu dirusak.
Di sisi lain, pejabat keamanan senior Iran yang berbicara anonim kepada Reuters pada 23 Oktober memperingatkan bahwa bila Iran diserang, tidak akan ada lagi garis merah, dari kabel bawah laut sampai pangkalan militer, termasuk yang tersembunyi.
Pejabat Garda Revolusi Iran, Javani, menyebut Iran bisa menargetkan tujuh kabel internet utama di bawah Selat Hormuz bila infrastruktur Iran diserang, menurut Reuters.
Soal Selat Hormuz, dua kabar saling bertentangan dan artikel ini menulis keduanya tanpa memilih diam-diam. Duta Besar Iran untuk Pakistan Reza Amiri Moghadam disebut berkata Teheran menawarkan pembukaan kembali Selat Hormuz bila Washington mencabut blokade laut atas pelabuhan Iran, menurut Daily Inference pada 24 Oktober.
Moghadam disebut berkata Trump menolak tawaran itu dengan bersikeras blokade akan berlanjut, tetapi itu adalah versi Iran atas posisi Amerika Serikat, bukan respons Amerika Serikat yang terkonfirmasi independen.
Di sisi lain, kantor berita Tasnim yang berafiliasi dengan Garda Revolusi Iran, lewat ANI pada 25 Oktober, menyebut Iran tidak mengajukan proposal baru kepada mediator Pakistan dan menyebut laporan tawaran itu bohong dan rekayasa.
Karena Tasnim adalah suara pihak Iran, penyangkalan itu juga bukan verifikasi netral, dan tawaran Hormuz wajib ditulis sebagai konflik pelaporan, bukan sebagai fakta bahwa Iran sudah menawarkan atau Amerika Serikat sudah menolak.
Sisi Israel dan seruan menahan diri
Dari sisi Israel, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada 24 Oktober berkata intelijen Israel menunjukkan Iran akan menyerang Israel sebelum pemilu, menurut Israel RealTime.
Klaim itu adalah klaim Netanyahu soal intelijen, bukan intelijen yang terverifikasi publik, dan nadanya bertentangan dengan pernyataannya sendiri pada 14 Oktober lewat Army Radio, yang dikutip Reuters, bahwa serangan pendahuluan sebelum pemilu tidak nyaman dan tidak baik bagi Israel.
Pejabat senior Pasukan Pertahanan Israel, lewat i24News yang dicatat Paket Bahan 01, juga disebut menilai tidak ada alasan menyerang sebelum pemilu kecuali pihak lawan bersiap menembak.
JFeed pada 22 Oktober mencatat Netanyahu berkata Israel siap bertindak dengan atau tanpa Amerika Serikat dan akan memberi tahu Trump soal niat Israel tanpa meminta lampu hijau.
Sebagai penyeimbang, delapan menteri luar negeri yang bertemu di Istanbul pada 23 Oktober menyerukan menahan diri.
Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan berkata tidak satu pun peserta menyetujui intervensi militer lain terhadap Iran, sementara Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot berkata eskalasi hanya menciptakan pecundang dan berdampak serius pada harga hidrokarbon.
Harga minyak sendiri sudah bergerak: Brent ditutup 116,72 dolar Amerika Serikat per barel pada Jumat, 23 Oktober, naik 3,14 persen, tertinggi sejak 29 April, menurut Reuters dan Financial Times yang dikutip pelansir. Tidak ada data pasar baru pada Minggu, 25 Oktober, karena pasar tutup.
Dua tanggal kini menjadi patokan semua pihak: pemilu Israel pada Selasa, 27 Oktober, dan pemilu sela Amerika Serikat pada 3 November.
Yang masih belum diketahui, per Minggu pagi ini, adalah apakah pernyataan "bisa besok" itu akan diikuti perintah nyata, apakah kesepakatan besar itu benar-benar dirundingkan, dan apakah garis resmi "tidak sebelum pemilu sela" akan ditegaskan atau dicabut Gedung Putih.
Seperti kata Barrot di Istanbul, eskalasi hanya menciptakan pecundang, dan karena itu setiap kabar baru soal pernyataan ini wajib diperiksa ulang sebelum ditulis sebagai keputusan.
Read More
Related Posts
SorotanSorotan • 25 Oktober 2026
Koalisi Saudi: 3 Rudal dan 1 Drone Dicegat, Houthi Klaim Serang 8 Target Termasuk Fasilitas Aramco
SorotanSorotan • 25 Oktober 2026
Brent Tembus 116,72 Dolar, Tertinggi Sejak April, di Tengah Serangan ke Infrastruktur Saudi
Timur TengahTimur Tengah • 29 Oktober 2026
Ras Tanura Masih Tanpa Konfirmasi, Pencegatan Meluas ke Taif lalu Kembali ke Timur
Komentar
Memuat komentar…






















